Cara mengukur tahanan grounding atau pentanahan yang benar

Apakah sistem grounding atau pentanahan yang kita pasang sudah benar?, dan Bagaimana cara mengukur grounding yang baik dan benar?
Pentanahan atau Grounding biasanya dipasang untuk mengamankan Suatu instalasi listrik dari bahaya sambaran petir.

Namun sebelum kita membahas mengenai Grounding dan bagaimana sebenarnya Grounding yang baik, ada baiknya terlebih dahulu kita mengenal bahaya dari petir itu sendiri.

Apakah anda mengetahui bahwa Petir memiliki energi listrik yang sangat besar? bahkan ada petir yang menghasilkan listrik mencapai ratusan ribu bahkan jutaan Volt.

Apakah listrik dengan tegangan mencapai ratusan ribu volt itu berbahaya, dan seberapa besar bahaya listrik dari petir tersebut ?

Kita bayangkan saja jika kita tersengat listrik yang ada di rumah kita, listrik yang ada dirumah kita saja dapat menyebabkan bahaya terhadap manusia dan dapat menyebabkan kebakaran.

Padahal tegangan listrik yang biasa kita gunakan di rumah masih tergolong listrik dengan tegangan rendah yaitu sebesar 220 Volt.

Apalagi jika tersambar petir yang menghasilkan listrik dengan tegangan sampai ratusan ribu volt !!
"Listrik 220 Volt saja bisa membahayakan keselamatan, apalagi Petir dengan tegangan listrik ribuan Volt"

Apa itu PETIR?
Petir adalah suatu gejala alam yang sering terjadi pada saat akan turun hujan, Petir biasa juga disebut dengan Halilintar atau kilat, Petir dapat menimbulkan energi listrik yang sangat besar, bahkan bisa mencapai jutaan Volt.

Energi listrik yang dihasilkan Petir ini terjadi karena adanya pergerakan awan secara terus menerus yang menyebabkan bergesekan antara dua lempengan, baik itu antara lempengan awan dengan awan maupun lempengan awan dengan bumi.

Yang masing-masing dari dua lempengan yang bergesekan tersebut memiliki nilai potensial yang berbeda.

Lempengan awan ada yang memiliki energi potensial yang bermuatan Positif dan ada yang bermuatan Negatif, sedangkan lempengan bumi memiliki energi potensial yang bermuatan negatif.

Petir yang memiliki energi listrik dengan tegangan yang sangat besar ini, dapat menyambar ke segala arah dan bahkan sampai menyambar ke bumi. Dampak petir pada instalasi listrik

Sambaran petir yang mengarah ke bumi dapat mengenai berbagai benda yang ada di bumi, gedung, bangunan, pohon – pohon, jaringan listrik, dan lainnya.

Sambaran Petir ini dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Sambaran Petir langsung
  • Sambaran petir tidak langsung


A. Sambaran Petir Langsung
Sambaran petir langsung adalah sambaran petir yang langsung mengenai benda yang ada dibumi, seperti gedung, tower, rumah, pohon, jaringan listrik dan lainnya.

Sambaran listrik langsung memiliki dampak kerusakan yang sangat besar.

Untuk mencegah bahaya dari sambaran listrik langsung ini, biasanya dipasang Penangkal Petir (Lightning Protection) disekitar area atau tempat yang ingin dilindungi dari sambaran petir langsung.

Penangkal Petir (Lightning Protection)
Sistem pengaman yang biasa digunakan untuk mencegah kerusakan jaringan dan perlengkapan listrik akibat sambaran petir langsung adalah dengan memasang peralatan penangkal petir (Ligthning Protection).

Penangkal petir akan menerima tegangan listrik dari sambaran petir dan mengalirkan tegangan listrik tersebut ke tanah (Bumi) melalui pentanahan (Grounding).


B. Sambaran Petir tidak langsung.
Selain sambaran petir yang langsung menyambar benda yang ada di bumi, sambaran petir ada juga secara tidak langsung.

Saat terjadi sambaran petir di dekat rumah kita, terkadang dapat menyebabkan kerusakan berbagai alat listrik atau alat elektronik seperti televisi, komputer, dan lainnya.

Padahal petir tersebut tidak langsung mengenai rumah atau peralatan listrik kita.

Lalu bagaimana sambaran petir tersebut dapat menyebabkan kerusakan ?

Ini yang disebut dengan sambaran petir tidak langsung, sambaran petir tersebut tidak mengenai benda-benda yang ada dibumi, namun gelombang induksi dari listrik yang dibawa petir tersebut mengalir melalui kabel-kabel di rumah kita dan sampai pada peralatan listrik yang kita miliki.

Induksi listrik dari petir inilah yang menyebabkan kerusakan peralatan listrik tersebut.

Dan untuk menghindari kerusakan peralatan listrik dari sambaran petir tidak langsung ini, instalasi listrik dan peralatan listrik harus dilengkapi dengan Surge Arrester.

Surge Arrester
Sistem pengaman yang biasa digunakan untuk mencegah kerusakan jaringan dan perlengkapan listrik akibat sambaran listrik tidak langsung (Induksi) adalah dengan memasang peralatan Arrester (Surge Arrester).
Baca juga: Mengenal fungsi dan prinsip kerja Surge Arrester

Arrester berfungsi untuk membuang tegangan listrik yang melebihi batasan normal dan akan mengalirkan tegangan listrik berlebih tersebut menuju pentanahan (Grounding).

Bagaimana petir yang memiliki tegangan listrik yang besar dapat dinetralisir atau dinetralkan ?

Bumi adalah sistem netral yang paling baik, dan dapat meredam dan membuang tegangan listrik dari sambaran petir tersebut.

Oleh karena itulah, baik Lightning Protection (Penangkal petir) dan surge Arrester takkan dapat berfungsi dengan baik, jika sistem pentanahan atau Grounding tidak terpasang dengan baik dan benar.

Bagaimana sebenarnya system grounding atau pentanahan yang baik dan benar?

Cara Mengukur Tahanan Grounding yang baik dan benar

Untuk mendapatkan suatu sistem grounding, pentanahan (pembumian) yang baik, maka kabel penghantar yang ditanamkan harus benar-benar terhubung ke bumi.

Untuk mengetahui apakah sistem Grounding atau pentanahan yang kita pasang sudah benar-benar terhubung ke bumi, yaitu sebisa mungkin harus tidak memiliki hambatan atau resistan antara kabel grounding dengan bumi.

Namun jika tidak bisa dipastikan benar-benar 100% persen terhubung ke bumi, maka dibuatlah nilai standar maksimum dari hambatan atau resistan kabel grounding ke bumi, yaitu dibawah 2 ohm atau dibawah 1 ohm.

Sebaiknya Nilai Tahanan Grounding terhadap Bumi adalah < 2 Ohm

Bagaimana caranya kita mengetahui apakah nilai hambatan atau resistan pentanahan atau Tahanan grounding yang kita pasang sudah mencapai nilai standar, sehingga dapat dikatakan sistem grounding yang kita pasang sudah baik dan benar.

Untuk mengetahui hal ini, maka kita harus melakukan pengukuran sistem grounding atau pentanahan (pembumian) yang kita pasang dengan menggunakan alat ukur grounding atau pentanahan (pembumian).

Alat ukur ini biasa disebut dengan Grounding Tester atau Earth Tester.

Berbagai jenis tipe, merek dan model alat ukur grounding atau pentanahan yang dijual di pasaran.
Salah satunya kita dapat menggunakan Grounding tester atau Earth Tester merek Kyoritsu dengan model 4102A.

Bagaimana cara menggunakan alat ukur grounding tester atau earth tester untuk mengetahui kondisi sistem grounding atau pentanahan (pembumian) yang kita pasang ?

Pengukuran sistem grounding atau pentanahan memang harus dilakukan dengan benar untuk mendapatkan hasil pengukuran yang benar.

Cara menggunakan alat ukur grounding Earth tester atau grounding tester yang benar

bagaiman cara mengukur tahanan grounding atau pentanahan yang baik
Alat Ukur Pentanahan (Grounding)

Alat ukur grounding Earth tester atau grounding tester ini, dilengkapi 3 (tiga) buah lubang konektor dan 3(tiga) kabel ukur yang akan digunakan.

Ketiga kabel tersebut yaitu:
  • Kabel berwarna merah (C), dihubungkan ke lubang konektor berwarna merah pada alat ukur, dan ujung satunya dihubungkan ke stick/tongkat besi yang tersedia dan sudah ditancapkan ke bumi/tanah.
Usahakan jarak antara stick atau tongkat besi yang satu dengan yang lainnya sekitar 5m – 10 m.

  • Kabel berwarna kuning (P), dihubungkan ke lubang konektor berwarna kuning pada alat ukur, dan ujung satunya dihubungkan ke stick/tongkat besi yang tersedia dan sudah ditancapkan ke bumi/tanah. Usahakan jarak antara stick atau tongkat besi yang satu dengan yang lainnya sekitar 5m – 10 m.
Begitu juga jarak antara masing-masing stick / tongkat besi dengan titik grounding atau pentanahan yang diukur juga harus memiliki jarak antara 5m – 10 m.

  • Kabel berwarna hijau (E), Kabel berwarna Hijau (E), dihubungkan ke lubang konektor berwarna Hijau pada alat ukur (Earth Tester), dan ujung satunya dihubungkan ke kabel penghantar pada titik Grounding atau pentanahan yang sudah kita pasang.

bagaimana Cara mengukur grounding atau pentanahan yang benar
Cara menggunakan Earth Tester


  • Setelah itu putar selektor pada alat ukur (Earth Tester) untuk kita arahkan pada pengukuran dengan nilai tertinggi (skala 100 Ω) terlebih dahulu, lalu tekan tombol test.
  • Jika jarum ukur belum bergerak atau bergerak namun sangat kecil, putar selektor untuk mengubah satuan skala yang lebih kecil (10 Ω).
  • Jika jarum ukur masih bergerak hanya sedikit juga, maka bisa kita coba lagi dengan skala ukur yang lebih kecil (1 Ω), untuk mendapatkan hasil pengukuran yang lebih akurat.

Menghitung hasil pengukuran:
  • Jika pada skala ukur 1 Ω, jarum ukur bergerak pada angka 2, maka hasil pengukuran adalah :
2 x 1 Ω = 2 Ω. (Tahanan grounding baik dan benar memenuhi nilai standar)

  • Jika skala ukur yang kita gunakan pada pilihan selektor 10 Ω, dan jarum ukur bergerak menunjuk angka 2, maka hasil pengukuran adalah :
2 x 10 Ω = 20 Ω. (Tahanan Grounding buruk)


  • Jika skala ukur yang kita gunakan pada pilihan selektor 100 Ω, dan jarum ukur bergerak menunjuk angka 2, maka hasil pengukuran adalah :
2 x 100 Ω = 200 Ω. (Tahanan Grounding sangat Buruk, bahkan mungkin tidak terpasang)


Ingat : saat akan mulai melakukan pengukuran, jangan lupa untuk menekan Tombol test pada alat tersebut untuk mulai pengukuran.


Demikianlah artikel mengenai bagaimana cara mengukur tahanan grounding atau pentanahan (Pembumian) yang benar.

Semoga dapat menambah pengetahuan yang bermanfaat buat kita semua !

Tempat kita berbagi ilmu
Dikutip dari berbagai sumber
Dan sumber : Kyoritsu Earth Tester

Postingan terkait:

83 Tanggapan untuk "Cara mengukur tahanan grounding atau pentanahan yang benar"

  1. Bagaimana kalau grouding sudah finsi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sebelumnya atas kunjungan & pertanyaannya

      Apakah maksudnya "Bagaimana jika Grounding sudah Finis (terpasang)?

      thanks

      Delete
    2. Seperti nya iya gan..
      Bgaimana jika penangkal petir nya sudah terpasang ke dalam tanah, dan semua kawat nya sudah terkubur di dalam tembok dan di dalam tanah. Bagaimana cara mengukur nya?

      Delete
    3. Untuk mengukurnya menggunakan Earth tester, satu kabel di hubungkan ke tanah dan kabel lainnya dihubungkan pada salah satu terminal Grounding yang ada dirumah pada stop kontak atau kwh, lebih jelasnya silahkan dilihat pada artikel: CARA MENGUKUR PENTANAHAN

      Delete
  2. gan...,
    saya mau sekedar tanya ya,
    jasa tenaga pasang grounding berapa ya...?

    berapa titik yg dipasang untuk sebuah genset...?

    terima kasih
    salam....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sebelumnya atas kunjungannya
      1.Biaya pemasangan Grounding sangat bervariasi, dilihat dari lokasi dan kualitas tanah. ada kalanya dengan kedalaman 10 meter, nilai tahanan sudah tercapai, dan ada yang bahkan sampai puluhan meter nilai tahanan tanahnya masih belum tercapai.
      2.Jumlah Titik Grounding, sebenarnya jika memungkinkan satu titik saja sudah cukup, selama nilai tahanan groundingnya tercapai. Namun karena satu titik nilai tahanan grounding belum tercapai, maka dibuat dengan beberapa titik sampai mendapatkan nilai tahanan grounding yang diinginkan.

      Semoga dapat membantu.

      Delete
  3. Terimakasih atas ilmu nya pak...mdh2n bermanfaat buat umat khusus nya saya...
    Sukses sellu bwt bapak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih atas kunjungan Anda
      Salam sukses juga

      Delete
  4. kenapa semuanya dikali 2, sementara nilai pengukuran menunjuk pada angka yang berbeda, ada yang 2 dan ada yang 5?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih atas koreksinya, sudah kita perbaiki

      Salam

      Delete
  5. 5 ohm apa belum cukup pak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebaiknya lebih rendah lebih baik, dan di ambil nilai maks.2Ohm

      Delete
  6. Ijin bertanya pak,
    Untuk server baiknya berapa ohm ya pak nilai resistannya ?
    Jika kita belum mendapatkan nilai yg baik apakah ada cara lain pak untuk mendapatkannya?
    Apakah bisa diparalel stick yg ketanahnya ?
    Untuk kedalaman apakah ada aturan tersendiri ya pak, maksutnya jika saya tanam stick ground hanya pada kedalaman 4m saja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk Perangkat yang sensitif, sebaiknya Tahanan Grounding <2Ohm, dan jika belum tercapai dapat diparalel dengan menambah titik

      Delete
  7. benarkah kabel arde semakin dalam ditancap ke tanah semakin bagus? kira2 berapa meter dalamnya yg ideal? Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tentu semakin dalam semakin bagus, namun utk kedalaman bervariasi tergantung kondisi tanah, lokasi, dll

      Delete
  8. Untuk.listrik rumah sebaiknya kedalama berapa ea???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kedalaman bervariasi tergantung Kondisi tanah, sebaiknya gunakan alat ukur tahanan, Tanam Grounding sampai dapat tahanan yang baik

      Delete
  9. Pak numpang konsultasi..sy sedang test gronding pakai alat kyuritsu digital..hasilnya tesnya 15.4 dgn skala 20 ohm..kl angka ini masuk g y pak..swun2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebaiknya nilai Grounding dibawah 2 Ohm
      thanks

      Delete
  10. Terimakasih, ,,,sangatlah bermanfaat.

    ReplyDelete
  11. min artikel ini dibuat pada tanggal tahun dan bulan apa? mau saya buat untuk pembuatan laporan

    ReplyDelete
  12. des 2016

    bisa dilihat pada url

    ReplyDelete
  13. anas.effendi@yahoo.co.idFebruary 02, 2019

    untuk tiang listrik high mast 25 meter sebaiknya titik gronding ditempatkan dimana, maksutnya dekat dengan tiang atau berjauhanm trims

    ReplyDelete
  14. Kalau pakai rumus bisa ga

    ReplyDelete
  15. Bro, saya ingin komen sedikit ya, tolong beri pencerahan. Pertama, melihat instalasi listrik PLN, ada yang mengikat kabel grounding hanya pada box KWH saja. Yang benar itu apakah perlu mengikat kabel grounding itu harus tersambung juga dengan kebel Netral (-). Sebab, saat saya memperhatikan teknisi PLN memasang KWH 23.000 Watts, ada 4 kabel: 1 kabel netral (-), dan ada 3 kabel plus (arus listrik). Kabel Netral ini disekrup pada satu batang plat besi, ujung plat besi ini kemudian disekrup lagi dengan kabel yang menempel pada box KWH yang terbuat dari plat besi juga. Selanjutnya kabel yang menempel pada pinggir box KWH ini disambungkan jadi kabel grounding yang ditanamkan sedalam sekitar 12 meter (sampai menemukan sumber air). Kesimpulan saya, kabel grounding yang benar itu harus terhubung langsung dengan kabel Netral (-), bagaimana menurut Bro. Mohon pencerahannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, saat ini dari Grounding dihubungkan ke Netral

      Delete
  16. Pak, mau tanya.. Mengapa jarak kabel arus dan kabel tegangan 5 - 10 meter? Bisa tolong dijelaskan Pak?

    ReplyDelete
  17. Matur nuwun pencerahannya.

    ReplyDelete
  18. Arah pengukuran apakah ada ketetapan. Soalnya pernah ukur ke utara dan selatan hasilnya beda. Apalagi klu di ukur tepat diatas elektroda bumi maka hasilnya lebih sedikit..mohon pencerahan mana yg lebih baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak ada ketetapan arah, dan memang akan berbeda-beda karena kontur dan kelembaban tanah juga berbeda2.

      Delete
  19. Toling jealsakan maksud dari overlood

    ReplyDelete
  20. kalo misalnya posisinya sudah ada panel dan mau menambah arrester pengukuran groundingnya pentanahannya bagaimana ya jika posisinya lantai sudah disemen/beralas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cari Tanah terdekat dari titik pemasangan Grounding, kalau tak bisa juga, terpaksa keramik dibuka sebagian untuk mendapatkan tanah

      Delete
  21. mau tanya pak bro...
    Kenapa ya kalau hujan jaringan listrik tidak bisa dipakai untuk mencharge UPS, padahal untuk pemakaian lainnya normal??
    Apakah ada kebocoran, ataukah karena tidak adanya ground??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau Tidak hujan, apakah bisa untuk Charge UPS?

      Coba dipastika berapa besar tegangan listrik yang masuk pada saat hujan dan pada saat tidak hujan

      Delete
  22. Bgm cara pasang kabel gronding pd tiang antena internet 24 meter. Kabel dari tombak di atas tiang bisa pakai kabel tanpa isolasi dan kontak pada Tiang itu sendiri.
    atau harus kabel berisolasi dan tdk kontak pd tiang.

    Dan bgm arde peralatan electronic yg dipasang di tiang, dimana di pasang grondingnya.apakah bisa digabung dgn kbl gronding utama atau di pisahkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kabel Grounding untuk seluruh peralatan Electronik harus menggunakan bahan penghantara yang baik dan harus terhubung langsung ke titik Grounding. jangan menggunakan tiang tower sebagai penghantar

      Delete
  23. Apa jenis kbl yg dipakai dari ujung tower Antena 24 mtr sampai ketanah.Apa boleh kbl tanpa isolasi dan bisa di klem ditiang besi antena. Atau harus kbl berisolasi dan inti kabel tdk boleh kontak lansung dgn besi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk Kabel Penghantar dari Alat penangkal petir menuju titik Grounding dapat menggunakan Kabel NYY 1 x 50mm2, sedangkan untuk Kabel yang bersentuhan dengan tanah menggunakan kabel BCC 50mm2 (Tanpa Isolasi)

      Delete
  24. berapa jangka waktu pengetesan grounding ?
    jika dilakukan tiap bulan apa yg terjadi gan ?????

    ReplyDelete
  25. 6 Bulan Sekali, dan usahakan jangan pada saat musim penghujan/ kondisi tanah basah

    Kalau mau diukur sebulan sekali, tidak masalah, namun tentu lebih repot

    ReplyDelete
  26. Pak jika pengukuran menunjukan hasil 86,8 V , berapa nilai ohm yg didapat untuk groundingnya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lakukan pengukuran dengan alat khusus Earth tester atau Grounding Tester

      Delete
  27. Selamat siang pak
    saya ingin menanyakan nilai maksimum tahanan grounding maksimal 2 ohm itu berdasarkan standart apa ya pak ?
    terimakasih atas jawabannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Standart Grounding utk Instrumen listrik
      atau jika mengikut PUIL < 5ohm ini untuk Perangkat listrik

      semakin kecil tentu akan semakin bagus proteksinya,

      Delete
    2. Terima kasih pak atas jawabannya

      Delete
  28. Maaf Pak mau tanya..apa boleh tombak yg diatasi di pasang lebih rendah dari top bangunannya..
    Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maksudnya untuk Penangkal petir?

      untuk penangkal petir harus lebih tinggi dari bangunan

      Delete
  29. Min mohon pencerahannya, kalau untuk instalasi listrik rumah dengan jenis kwh meternya token apakah harus dipasang grounding..?

    Karena info dari petugas PLN yg pasang baru2 ini katanya gak boleh pasang grounding nanti error kwh nya.

    Saya jadi gak pasang efeknya heater kamar mandi saya nyetrum di pipa air panas.

    Yanh benar harusnya seprti apa min..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang Benar adalah Seluruh Instalasi di Rumah harus dilengkapi dengan Grounding yang baik!

      Kalau orang PLN Bilang gak usah dipasang di KWH Meter ya Gak Apa-apa, gak usah dipasang di KWH, tetapi ke semua stopkontak dan instalasi rumah harus dipasang, dan kabel groundingnya harus dipastikan di tanam ke dalam tanah sampai dapat nilai tahanan yang cukup baik.

      Delete
  30. Admin ysh. Terima kasih atas ilmunya, "sangat bermanfaat" dan semoga menjadikan amal ibadah yg terus mengalir dari ilmu yg diajarkan. Amiin3x Ya Robbal Alamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin ya robbal alamiin, semoga bermanfaat untuk kita semua

      Delete
  31. Min mau nanya, untuk arde apakah bisa menggunkana besi yang di tancapkan kedalam tanah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh saja, namun memang kurang baik.

      dan perlu diingat Arde yang bagus itu jika nilai tahanannya <5ohm

      Delete
  32. bagaimana cara menentukan jarak jangkauan dari penangkal petir, juga surge aresster yang baik type/ model apa untuk lokasi disekitar banyak pepohonan
    terima kasih atas perhatiannya.

    ReplyDelete
  33. Assalamualaikum admin.. mau tanya pak,jika terpasang sdh anti petir. Skitar brp meter tingkat amanx skitar area rumah. Mksh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perlindungan Anti Petir disesuaikan dengan Spesifikasi radius Preventornya, ada yang Radius 125 Meter, 250 meter, dsb

      Delete
  34. Maksud dari kode C,P dan E pada setiap kabrl itu apa

    ReplyDelete
    Replies
    1. C (Current Electrode)
      P (Potential Electrode)
      E (Earth Electrode)

      Delete
  35. Alhamdulillah,sangat membantu sekali pak berbagi pengalaman ilmunya, Berkah.... Sukses selalu pak...

    ReplyDelete
  36. Mengapa jarak elektroda dengan elektroda bantu harus 5 - 10 meter? Apa pengaruhnya jika elektroda bantu berjarak 1 meter saja dan layar sudah menunjukkan nilai angka yg di inginkan 2 ohm misalnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jarak antar Probe elektrode 5 meter untuk memperluas bidang tanah yang terukur, dan sudah sesuai dengan spesifikasi alat yang digunakan

      Delete
  37. Apa bisa mengukur arde penangkal petir dengan avometer, dan kalo bisa gimana cara nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau Mengukur Arde / Ground Penangkal atau Penyalur Petir Menggunakan Avometer Menurut Saya Bukan Spesifikasinya.

      Delete
    2. Menurut Saya Jika Menggunakan Avometer Bukan Spesifikasinya Untuk Mengukur Sebuah Resistansi Pada Sistem Penyalur Petir Yang Dibangun.Jika Menggunakan Avometer Biasanya Digunakan Untuk Mengukur Antara Ground dan Neutral.

      Delete
  38. Mau tanya pak, kalau mengukur grounding sudah terpasang di gedung bertingkat(contohnya di lantai 25) caranya gimana pak? Terimakasih sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya pengukuran "Grounding" itu cukup dilakukan pada Junction Box yang ada di Bawah (tempat Kabel Grounding ditanam), selanjutnya. selanjutnya dipastikan kabel-kabel Grounding terhubung satu dengan lainnya.

      Namun jika dirasa perlu melakukan pengukuran Kualitas Grounding yang terpasang pada bangunan bertingkat, caranya sama dengan penjelasan diatas, karena kabel pengukuran tidak cukup panjangya, dapat dilakukan dengan menyambung Kabel penghantar ke bawah (tanah).

      Delete
  39. Pak Rahmad Azly untuk di dalam gedung dengan alat ukur yang bapak maksud kabel E ke kabel grounding nya? kemudian kabel C dan P dihubungkan kemana pak. Terimakasih atas advise dari bapak yang sangat bermanfaat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kabel E dihubungkan ke Titik Gorunding pada Instalasi yang akan diukur (mis: Terminal Arde pada Stopkontak di Gedung, Terminal Arde yang ada di dalam Box Panel).

      Kabel C & Kabel P dihubungkan ke Tanah/Bumi

      Delete
  40. pak saya mau tanya, referensi nya mana yang menyatakan bahwa cara membaca hasilnya seperti itu? kenapa harus di kali lagi dengan selektor? saya tidak menemukan cara seperti itu di dalam manual Book produk kyoritsu.
    Terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tertera di Manual book, Silahkan dibaca kembali Manual Book nya

      Delete
  41. Permisi ijin bertanya. Pengetesan atau pengukuran grounding yg dilakukan namun tak terbaca pada alat ukur. Faktor apa saja penyebabnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemungkinan Kabel ukur tidak terhubung dengan benar, atau Grounding tidak terhubung atau tidak tertanam dengan baik sehingga nilai tahanan sangat tinggi dan tidak terbaca

      Delete
  42. Selamat siang pak, Alat ukur grounding di tempat saya rangenya 20,200, dan 2000 ohm, apakah jika layar digital menjukan angka 0.7 ohm, ketika selektor diarahkan ke 20 ohm, itu hasilnya 0.7 x 20 : 14 ohm apakah benar seperti itu pembacaannya?
    terima kasih sebelumhya

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan Anda.

Silahkan beri masukan, saran, kritik, ataupun Pertanyaan dengan kata-kata yang sopan. Setiap Komentar akan saya periksa terlebih dahulu sebelum diposting dan akan saya jawab sebisa mungkin.

Mohon maaf jika tulisannya tidak bisa di C0py, hal ini untuk menghindari orang yang tidak bertanggung jawab, yang ingin berkarya tapi dengan cara mengambil karya orang lain tanpa izin, Namun jika memang dibutuhkan hanya untuk keperluan personal, silahkan sertakan alamat email anda di kolom komentar, Artikel akan kita kirim via email.