Kenapa Listrik Nyetrum kalau tersentuh?




Sebagian kita mungkin pernah merasakan kesetrum listrik, dan rasanya tentu sangat menakutkan, lalu Mengapa kita kesetrum jika bagian tubuh kita tersentuh dengan listrik?

Semua orang tentunya tahu bahwa jika tubuh tersentuh listrik maka akan menyebabkan kita kesetrum dan dapat berakibat fatal, namun pertanyaannya adalah kenapa jika listrik tersentuh oleh tubuh kita bisa mengakibatkan kita kesetrum?

Oleh karena itu, Pada artikel kali ini, kita akan coba membahas mengenai "Kenapa Listrik bisa Nyetrum saat tersentuh oleh tubuh kita?", dalam penjelasan yang lebih sederhana dan mudah difahami.

Saat salah satu bagian tubuh kita menyentuh kabel atau alat listrik lainnya yang memiliki aliran listrik, maka tubuh kita akan tersengat/kesetrum dan mengakibatkan terasa bergetar dan tubuh menjadi lemas, jika kita tersengat listrik dalam waktu lebih dari 30 detik, maka dapat mengakibatkan cedera yang cukup serius atau bahkan Fatality.

Untuk memahami "Kenapa tubuh kita terasa bergetar saat tersengat arus listrik", maka sebaiknya kita mengenali dulu tentang listrik.

Kenapa Listrik Nyetrum kalau tersentuh?

kenapa-listrik-bisa-nyetrum-kalau-tersentuh
kesetrum Listrik
Salah satu Listrik yang dapat menyebabkan kita kesetrum, adalah listrik yang biasa kita gunakan di rumah, untuk menyalakan berbagai peralatan listrik.

Listrik ini memiliki besar Tegangan 220Volt, dan jenis listriknya adalah AC (Alternating Current) atau Listrik dengan arus Bolak-balik.

Apa itu Tegangan Listrik?
Tegangan Listrik adalah Perbedaan Potensial antara dua titik dalam suatu rangkaian listrik, dua titik ini yang biasa kita kenal dengan sebutan Positif (Fasa) dan Negatif (Netral).

Jika Listrik di rumah memiliki tegangan sebesar 220V, artinya selisih atau perbedaan antara titik Positif (Fasa) dengan Titik Negatif (netral) pada listrik di rumah kita adalah sebesar 220V.

Nilai Negatif (Netral) adalah 0, sedangkan untuk titik Positif (Fasa) adalah Nilai yang selisihnya sebesar 220.

Nilai Positif bisa sebesar 220, atau -220, Untuk Listrik arus Bolak-balik (AC) yang kita sebutkan diatas, akan mengalami perubahan nilai sesuai dengan Frekuensinya.

Listrik yang dapat menyebabkan kita kesetrum adalah Listrik yang memiliki "Tegangan" atau Perbedaan Potensial.

Coba perhatikan, Burung yang hinggap di atas Kabel tanpa isolasi yang memiliki tegangan mencapai 20KV, Namun burung tersebut tidak kesetrum, mengapa?

kenapa-listrik-bisa-nyetrum-kalau-tersentuh
Burung diatas Kabel Listrik

Ada yang mengatakan bahwa burung tidak Kesetrum karena bagian kakinya dilapisi kulit yang berbahan seperti Lilin sehingga terisolasi dari sengatan listrik.

Sebenarnya, Burung tersebut tidak tersengat/kesetrum karena tidak adanya tegangan (perbedaan potensial) yang melewati tubuhnya.

Sehingga dapat disimpulkan, Kita dapat kesetrum saat tersentuh listrik yang memiliki Tegangan (Beda Potensial).


Lalu berapa Minimal besar Tegangan listrik yang dapat berbahaya bagi manusia?, Minimal 50Volt tegangan listrik yang mengalir ke tubuh kita dapat menyebabkan kita kesetrum dan dapat menimbulkan bahaya jika tersengat dalam waktu yang cukup lama.

Oleh karena inilah, maka setiap teknisi listrik diwajibkan menggunakan alas kaki berbahan Isolasi, agar saat tersentuh listrik maka tidak terjadi perbedaan Potensial, dan tidak menyebabkan bahaya, sehingga dapat terhindar dari bahaya kesetrum.

Arus Listrik
Saat tubuh kita tersentuh Listrik bertegangan, maka tubuh kita seolah akan menjadi suatu beban listrik dan akan menghasilkan Arus Listrik, kemampuan tubuh kita saat dialiri arus listrik hanya berkisar lebih kecil dari 30 mili Ampere, Arus yang cukup kecil dan dapat menyebabkan jantung berhenti dan mengakibatkan Fatality.

Oleh karena itulah, Untuk menghindari bahaya tersengat listrik, maka di setiap instalasi listrik sebaiknya dilengkapi dengan Anti Kontak (ELCB) dengan sensitivity <30mA.

Frekuensi Listrik
Seperti yang telah kita jelaskan diatas, Tegangan listrik yang biasa digunakan di rumah adalah jenis listrik arus bolak balik atau AC (Alternating Current).

Dan memiliki besaran Frekuensi sebesar 50 Hertz, yang artinya Tegangan pada titik fasa akan fluktuatif sesuai dengan besaran frekuensi 50Hz tersebut.

Frekuensi 50Hz ini maksudnya adalah Banyaknya gelombang dalam satuan detik adalah sebanyak 50 Gelombang.

1 Gelombang sama dengan 1 Puncak dan 1 lembah, atau saat berada dipuncak gelombang maka tegangan listrik sebesar 220Volt, sedangkan pada saat berada di lembah gelombang tegangan listriknya sebesar - 220 Volt.

Listrik Arus Bolak balik yang ada di rumah kita sebenarnya naik-turun sesuai dengan frekuensinya, karena Frekuensinya 50Hz, atau 50 gelombang dalam satu detik (atau 100 kali tegangan 220Volt dalam 1 detik), sehingga mata kita tidak dapat melihat tegangan listrik yang naik-turun tersebut.

Arus bolak balik inilah yang menyebabkan Tubuh kita bergetar saat Kesetrum listrik, dan dapat menyebabkan jantung rusak dan kematian.


Kenapa listrik bisa membuat kita kesetrum?

Kesimpulannya: "Karena Tubuh kita mengandung Cairan, sehingga Saat salah satu bagian tubuh kita tersentuh Listrik bermuatan positif (Fasa) dan bagian tubuh lainnya bersentuhan dengan benda yang bermuatan Negatif atau netral, Maka Tubuh kita menjadi penghantar dari titik positif ke titik negatif atau bumi (karena bumi adalah netral yang sangat baik)"


Semoga Bermanfaat!


Tempat kita berbagi ilmu



Postingan terkait:

7 Tanggapan untuk "Kenapa Listrik Nyetrum kalau tersentuh?"

  1. Artikel yang bermanfaat, tambah ilmu. terimakasih

    ReplyDelete
  2. Sangat bermanfaat untuk saya dan yg membaca kolom ini,terima kasih.

    ReplyDelete
  3. apakah listrik DC bisa nyetrum?

    ReplyDelete
  4. Artikel nya cukup menambah pengetahuan tentang kelistrikan..Terima kasih Gan.

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan Anda.

Silahkan beri masukan, saran, kritik, ataupun Pertanyaan dengan kata-kata yang sopan.